|
![]() (sok) tau (sok) romantis galak & pelit takut sama gelap gampang terharu keras kepala sulit diatur <
|
|
seleksi PPAN 2008 Tepat satu minggu yang lalu aku berangkat ke sebuah seleksi yang di pandu oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jogja. Seleksi ini diadakan untuk mencari seorang wakil Jogja yang akan ikut Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Kebetulan aku masuk tahap akhir, alias final selection. Perhatianperhatian: dari 7 orang yang masuk final cuman dicari 1 wakil sadja!!!! Kata mbake n mase komite, seleksi di Jogja ini adalah yang paling rumit dibandingkan seleksiseleksi daerah lain. Khusus Jogja, ada 3 tahap seleksi. Yang pertama adalah seleksi administrasi (pokoke kudu lengkap dah), trus seleksi kedua adalah wawancara (of course, ada banyak penanya, banyak pertanyaan dan banyak meja, pertanyaannya mirip satu sama lain, yaitu sama-sama harus dijawab. hehehe). Kalau bisa melewati kedua tahap itu, barulah kita diadu (cie, diadu bo’...) di babak final. Kalau di daerah lain, abis wawancara kalo lolos ya langsung berangkat. Nah lo, Ternyata seleksi final di Jogja ini amatlah ribet. Pake yang namanya karantina segala tuh (let’s say “karantina” lah yaaa). Tepatnya di Youth Center daerah Ambarbinangun, Bantul selama 3 hari. Jujur saja sih, seumurumur aku gak begitu suka sama yang namanya karantina (dan sebangsanya). Masalahnya aku merasa kebebasanku sebagai manusia yang punya privasi sedikit terusik (blah blah blah....) dan yang bikin tambah gak sreg adalah peraturannya. Aku emang agakagak ribet menyesuaikan diri dengan peraturan karantina. Terutama adalah kewajiban untuk berpakaian rapi (everywhere, for whatever reasons), dan tepat waktu (even for a minute!). Ditambah lagi dengan banyaknya kegiatan yang baru berakhir pada pukul 3 dini hari bikin kepala jadi nyutnyutan dan susah konsentrasi. Sebagai bayangan: Anda bangun pukul 5 pagi. break 1 jam, berkegiatan, break lagi 15 menit, berkegiatan, break 1 jam dan berkegiatan lagi sampai pukul 3 dini hari berikutnya Rasa-rasanya mata ini pengeeen banget terpejam. Pas duduk kok yang kebayang kasur dan bantal empuk mulu. Ditambah dengan sakit kepala yang nyutnyutan, ah bikin heboh aja.. Tapi nyatanya aku berhasil mengikuti kegiatan dengan baik (catatan: kalo ngantuk gak dibilang jelek lho ya..) sampai hari terakhir. Minus sakit yang serius. Anyway, seneng rasanya punya pengalaman baru yang tak terlupakan. Yang menyenangkan adalah ketemu dengan temanteman baru yang baikbaik and supportif so, seleksi final tidak terlihat seperti kebut-kebutan menjadi yang juara, tapi lebih pada sharing antar teman. Pokoke berbagi lah... Buat temen2 yang berhasil lolos, you deserve it!!! Mbak Meika (SSEAYP), Kiky (AIYEP), and Mas Indra (ICYEP), complimente!!! Posted at 03:01 pm by winda candra
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||